Essay (Tema: Politik)

 AGAMA SEBAGAI ALAT PEREBUT KEKUASAAN POLITIK

Oleh : Afifatul Puspita

 Pendahuluan

            Indonesia[1] adalah Negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, tepat satu posisi di bawah Amerika. Angkanya mencapai 253.60 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Luas wilayah total Negara ini adalah 7.81 juta kilometer persegi. Seluruh wilayahnya terbagi menjadi 17.499 pulau yang diantara pulau-pulau tersebut terbentang lautan dengan luas 2.01 juta kilometer persegi. Jumlah ini dikutip dari pernyataan Kepala Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional, Agus Subandriyo dalam laman berita Badan Pembinaan Hukum Nasional[2]. Kondisi tersebut memberikan beberapa keuntungan untuk Indonesia, diantaranya adalah Indonesia memiliki berbagai kekayaan alam yang bersumber baik dari daratan maupun lautan. Selain itu, letak geografis Indonesia yang sangat luas dan terdiri atas lautan dan daratan, menjadikan masyarakat Indonesia memiliki perbedaan antarsatu dengan lainnya. Perbedaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai Negara yang memiliki keanekaragaman di dalam kehidupan masyarakatnya. Keanekaragaman tersebut berupa bahasa, suku, budaya, adat istiadat, agama, dan lain sebagainya.

            Sebut saja satu, yang memang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan terus ditemui dalam keseharian setiap manusia, yakni agama. Indonesia memiliki lima agama yang diakui secara resmi oleh Negara, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Persentase[3] tersebesar agama di Indonesia adalah Islam, dengan jumlah keseluruh pengikutnya adalah 87.2% atau setara dengan 207.2 juta jiwa, Kristen dengan 6.9% setara dengan 16,5 juta jiwa, Katolik 2.9% setara dengan 6.9 juta jiwa, Hindu 1.7% atau 4 juta jiwa, Budha 0.7% setara dengan 1.7 juta jiwa, dan Konghuchu sebesar 0.05% setara dengan 0.1 juta jiwa. Keberadaan lima agama tersebut kerap kali masuk dalam bidang kehidupan lain dan memberikan pengaruhnya di sana. Bidang kehidupan tersebut seperti pendidikan, ekonomi, hukum, atau bahkan politik.

            Dalam pendidikan, Indonesia memiliki berbagai jenis sekolah, mulai dari sekolah umum sampai dengan sekolah berbasis agama, seperti contohnya sistem pendidikan islam terpadu, yakni sebuah sekolah yang memasukan mata pelajaran – mata pelajaran agama islam di tengah mata pelajaran umum, atau sekolah berbasis ilmu agama lain, Kristen, Hindu, dan lain sebagainya. Dalam dunia ekonomi, terdapat sebuah sistem perbank­-an dengan basis ekonomi syari’ah, yang di dalamnya dijalankan sebuah sistem perekonomian dengan berlandaskan hukum-hukum ekonomi syari’ah. Di dalam hukum, terdapat sebuah lembaga penegak hukum yang secara khusus menangani masalah-masalah berlandaskan agama islam, yakni pengadilan dan peradilan tinggi agama. Hal-hal tersebut adalah salah satu contoh bagaimana agama masuk dalam berbagai bidang kehidupan lain di masyaraat dan memberikan sedikit banyak pengaruhnya di sana. Selain itu, pemaparan di atas sekaligus dapat menganalisis hal lainnya, yakni bagaimana agama islam, sebagai sebuah agama yang notabene nya menjadi agama dengan persentase pengikut terbanyak di Indonesia, dapat masuk dan mempengaruhi banyak bidang kehidupan lainnya.

            Hal lain yang dapat memperkuat pernyataan di atas adalah kondisi politik Indonesia saat ini. Kondisi tersebut dapat menggambarkan bagaimana agama, khususnya agama islam dapat masuk dan mempengaruhi dinamika politik Indonesia. Agama seakan dijadikan sebagai sebuah alat untuk bisa mendapatkan atau mempertahankan sebuah kekuasaan kelas dominan atau kelas penguasa.

For More Reading: Essay Tema: Politik

[1]detikFinance, 2014, “Negara dengan Penduduk Terbanyak di Dunia, RI Masuk 4 Besar”, [Artikel], diakses pada tanggal 13 April 2019,  https://bphn.go.id/news/2015102805455371/INDONESIA-MERUPAKAN-NEGARA-KEPULAUAN-YANG-TERBESAR-DI-DUNIA

[2]BPHN, 2015, “Indonesia Merupakan Negara Kepulauan yang Terbesar di Dunia”, [Artikel], diakses pada tanggal 13 April 2019,  https://bphn.go.id/news/2015102805455371/INDONESIA-MERUPAKAN-NEGARA-KEPULAUAN-YANG-TERBESAR-DI-DUNIA

[3] Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk 2010, melalui bps.go.id

Comments