Essay (Tema: Pendidikan di Indonesia Pada Masa Pandemi)

 

URGENSI PERAN PENDIDIK DI MASA PANDEMI

Afifatul Puspita

        Pandemi Covid-19 pertama kali dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019 oleh Tiongkok.[1] Pada saat itu, Tiongkok melaporkan adanya sebuah penemuan pneumonia asing yang belum diketahui penyebabnya. Berdasarkan laporan data awal epidimiologinya, tercatat sebanyak 66% pasein yang terinfeksi berkaitan langsung dengan pasar seafood di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok.[2] Oleh sebab itu, hingga saat ini berbagai media ramai menyebutkan bahwa Covid-19 berasal dari Wuhan, Tiongkok.

            Awal kemunculannya, pandemi ini diberi nama 2019 novel Coronavirus, nama tersebut berasal dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa infeksi coronavirus yang terjadi berasal dari jenis betacoronavirus tipe baru. Selanjutnya, pada tanggal 11 Februari 2020, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengganti nama virus tersebut dengan Sevara Acute Respiratory Syndrom coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan nama penyakitnya, yakni Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada awal mula kemunculannya, virus ini hanya banyak menginfeksi orang-orang yang berada di wilayah Wuhan, Tiongkok, dan belum meluas ke berbagai negara seperti saat ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah kasus orang terinfeksi semakin banyak, hingga akhirnya terkonfirmasi bahwa penyebab dari cepatnya penularan virus ini disebabkan karena virus ini dapat menular dari manusia ke manusia. Hal ini mulai diketahui ketika sebanyak 15 petugas medis mulai terinfeksi akibat salah satu pasien.[3] Sejak saat itu, penyebaran virus ini ke berbagai belahan negara di dunia terjadi secara masiv. Penularan virus yang dapat terjadi dengan cara droplets antar sesama manusia ini, dapat menyebar dengan sangat cepat. Fakta lain yang juga membuat penyebarannya sangat cepat adalah bahwa virus ini dapat menempel pada permukaan sebuah benda dalam waktu yang lama, dan membuat individu manapun yang memegang benda tersebut akan memiliki risiko terinfeksi yang besar.

Menyebarnya Covid-19 ke berbagai negara, membuat WHO menetapkan virus ini sebagai pandemi pada Rabu, 11 Maret 2020.[4] Penetapan status pandemi ini juga didasari atas terjadinya peningkatan secara drastis jumlah pasien terinfeksi di luar Cina. Hingga 21 Juni 2020, sudah terdapat lebih dari 200 negara di dunia yang terdampak pandemi Covid-19, dengan jumlah pasien terinfeksi sejumlah 8.955.132, 467.484 angka kematian, dan 4.756.937 pasien yang dinyatakan sembuh.[5] Meluasnya pandemi Covid-19 ke berbagai negara membuat banyak sektor kehidupan terganggu, yang diantaranya adalah ekonomi, sosial, perdagangan, pangan, pariwisata, hingga sektor pendidikan.

Banyak negara yang memutuskan untuk melakukan lockdown dan menghentikan sementara aktivitas keseharian demi memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19, atau banyak juga yang merubahnya kedalam bentuk aktivitas jarak jauh secara online. Hal ini disebabkan karena penularannya yang cepat dan memiliki risiko kematian yang besar. Salah satu kegiatan keseharian yang dihentikan sementara, dan dialihkan dengan cara dan bentuk yang lain adalah kegiatan pada sektor pendidikan. Pandemi Covid-19 telah membuat terjadinya pemberhentian kegiatan pembelajaran secara langsung dalam institusi pendidikan seperti sekolah, kampus dan lain sebagainya. Kegiatan pembelajaran secara langsung dalam institusi pendidikan telah diubah dalam pembelajaran jarak jauh secara online. Kegiatan tatap muka secara langsung di dalam ruang kelas, telah diubah dalam bentuk pembelajaran online dengan menggunakan berbagai aplikasi atau layanan yang mendukung, seperi zoom.id, google class room, google meet dan lain sebagainya.

            Perubahan yang terjadi secara drastis dalam waktu singkat, telah membuat setiap individu dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan yang ada, yang sayangnya juga harus dilakukan dalam waktu singkat. Hal itulah yang juga dirasakan oleh banyak orang yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Berbagai elemen, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, wali murid, sistem pembelajaran, materi pembelajaran, dan lain sebagainya, harus mengalami perubahan dalam waktu yang relatif sangat singkat. Mereka dipaksa harus beradaptasi dengan sistem yang baru untuk tetap bisa menjalankan aktivitas keseharian dalam kegiatan belajar mengajar.

Pendidik adalah salah satu elemen yang juga dipaksa secara cepat untuk bisa beradaptasi dengan sistem yang ada. Mereka harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan, agar tetap bisa menjalankan tugas sebagai seorang pendidik. Peran mereka sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini, berbagai hal harus mereka lakukan agar tetap bisa menjaga kestabilan antusiasme belajar para peserta didik meskipun tidak dapat dilakukan secara langsung. Tidak sampai disitu, berbagai urgensi lain dalam tuntutan peran mereka sebagai seorang pendidik juga sangat dibutuhkan. Dalam tulisan ini, akan ada penjabaran mengenai urgensi peran seorang pendidik dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

To Read More : Essay Tema: Peran Pendidik Pada Masa Pandemi

[1] Tim Penyusun, 2020, Pneumonia Covid-19Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia, Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, hlm.1

[2] Ibid.,

[3] Ibid.,

[4]Rehia Sebayang, 2020, WHO Nyatakan Wabah covid-19 jadi Pandemi, Apa Maksudnya?, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200312075307-4-144247/who-nyatakan-wabah-covid-19-jadi-pandemi-apa-maksudnya, Diakses pada tanggal 21 Juni 2020, Pukul 21.37 WIB

[5]  Worldometer, 2020, Covid-19 Coroavirus Pandemic, https://www.worldometers.info/coronavirus/?utm_campaign=homeAdvegas1, Diakses pada Tanggal 21 Juni 2020, Pukul 21.45 WIB

Comments