Essay (Tema: Hoax)

 

HOAX, SI CANTIK PENAMBAH KEBERAGAMAN 

MASALAH SOSIAL IBU PERTIWI

Pendahuluan

Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna internet yang cukup besar. Pada tahun 2018 berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperoleh data bahwa, jumlah pengguna internet Indonesia mengalami peningkatan cukup pesat sebesar 10,12%. Data tersebut dikutip melalui laman berita online kompas.com.[1] Dalam penuturan Sekertaris Jendral APJII, Henri Kasyfi, dari total sebanyak 264 juta penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa yang sudah menjadi pengguna internet. Jika dipersentasikan maka hasilnya sebesar 64,8% atau lebih dari setengah penduduk Indonesia telah menjadi pengguna internet.

Besarnya angka tersebut memberikan dampak tersendiri bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Dampaknya mulai dari yang positif hingga negitif. Dampak positif dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan internet adalah penggambaran dari sebuah masyarakat yang terbuka akan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya masyarakat yang menggunakan internet, juga membuka peluang besar menjadikan masyarakat Indonesia, sebagai individu yang memiliki pengetahuan luas, serta mampu bersaing dengan masyarakat lain dari berbagai negara. Namun, besarnya jumlah pengguna internet juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat itu sendiri, seperti banyaknya kasus penipuan yang dilakukan secara online, meningkatnya kasus kriminal, seperti kekerasan, pemerkosaan, hingga pembunuhan, yang semuanya bermula dari internet, belum lagi meningkatnya akses situs video pornografi yang kini banyak dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk anak-anak di bawah usia. Dan dampak negatif yang kini sedang menjadi perbincangan dari berbagai kalangan masyarakat adalah maraknya peredaran berita bohong atau hoax di media sosial.

Hoax adalah salah satu permasalahan sosial yang kini sedang banyak terjadi di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Sebuah survey yang dilakukan oleh TIM AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika, tentang penelitian kasus hoax menyatakan bahwa, hoax di Indonesia tengah mengalami peningkatan sejak bulan Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019[2]. Peningkatan tersebut terjadi di setiap bulannya. Tercatat sebanyak 771 kasus hoax yang terjadi mulai dari bulan Agustus 2018 sampai Februari 2019. Dari total 771 hoax, terdapat setidaknya 10 isu berbeda yang dijadikan sebagai bahan konten berita hoax, diantaranya adalah politik dengan 181 konten, 125 isu kesehatan, 119 isu mengenai pemerintahan, 110 tentang fitnah individu, 59 kejahatan, 50 konten berbau agama, 21 tentang isu internasional, 19 perdagangan, 19 penipuan, dan 3 isu pendidikan[3].

Penjabaran data-data di atas, memperlihatkan bahwa isu tentang politik adalah isu yang paling banyak dijadikan sebagai konten pembuatan berita bohong. Hal itu membuat politik seakan dekat dengan hoax itu sendiri. Selain itu, dipaparkannya fakta yang menunjukan bahwa hoax mengalami peningkatan bertepatan dengan dilaksanakannya kegiatan politik besar di Indonesia, seperti Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014[4] dan 2019[5] serta Pemilu calon dewan legislatif (DPR, DPD, dan DPRD) pada sepanjang tahun 2018 hingga 2019[6], turut memperkuat adanya argumen tersebut. Data – data yang ada menunjukan bahwa politik dan hoax adalah satu hal yang saling terkait satu sama lain. Melalui tulisan ini, penulis ingin menjabarkan mengenai faktor-faktor penyebab yang membuat politik dan segala kegiatan yang berhubungan dengannya, dibuat seakan menjadi timing dalam pengedaran berita bohong secara besar-besaran di masyarakat.  

For more reading : Essay (Tema: Hoax)

[1]Yudha Pratomo, 2019, “APJII : Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171 Juta Jiwa”, https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tekno/read/2019/05/16/03260037/apjii-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-171-juta-jiwa, Diakses pada Tanggal 6 Desember 2019, Pukul 09.13 WIB.

[2]Adi Fida Rahman, “771 Hoax Berhasil Diidentifikasi Kominfo”, https://www.kominfo.go.id/content/detail/16922/771-hoax-berhasil-diidentifikasi-kominfo/0/sorotan_media, Diakses pada Tanggal 6 Desember 2019, Pukul 09.22 WIB.

[3] Ibid.

[4]Ade Putra, “Kenapa Hoax Diciptakan dan Sangat Disenangi Masyarakat”, Diakses pada Tanggal 6 Desember 2019, Pukul 09.06 WIB.

[5]Anselmus Bata, “Hoax Di Tahun Politik”, https://www.google.com/amp/s/amp.beritasatu.com/nasional/531211/hoax-di-tahun-politik, Diakses pada Tanggal 6 Desember 2019, Pukul 09.35 WIB.

[6] Ibid.

Comments